Selasa, 07 November 2017
6.Distance Vektor
Contoh penggunaan algoritma distance-vector, Pada proses pengiriman datagram selalu menggunakan tabel routing. Datagram dapat dikirim langsung ke host tujuan atau harus melalui host lain terlebih dahulu tergantung pada tabel routing. Tabel routing terdiri dari entri-entri rute dan setiap entri rute paling tidak terdiri atas IP address, tanda untuk menunjukkan routing langsung atau tidak langsung, alamat router dan nomor interface. Semua router di jaringan baru dinyalakan. Pada saat ini semua router tidak memiliki informasi distance-vector kecuali pada dirinya sendiri. Informasi vektor jarak tersebut disimpan dalam bentuk tabel routing.
5.VLSM
Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnet mask, jika menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnet mask saja, perbedaan yang mendasar disini juga adalah terletak pada pembagian blok, pembagian blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Address yang telah diberikan kepadanya atau dengan kata lain sebagai IP address local dan IP Address ini tidak dikenal dalam jaringan internet, namun tetap dapat melakukan koneksi kedalam jaringan internet, hal ini terjadi dikarenakan jaringan internet hanya mengenal IP Address berkelas.
Host ke 2^n
| Jumlah Host | Subnet mask | Pre. mask /32-n |
2^0 | 1 | 255.255.255.255 | /32 |
2^1 | 2 | 255.255.355.254 | /31 |
2^2 | 4 | 255.255.255.252 | /30 |
2^3 | 8 | 255.255.255.248 | /29 |
2^4 | 16 | 255.255.255.240 | /28 |
2^5 | 32 | 255.255.255.224 | /27 |
2^6 | 64 | 255.255.255.192 | /26 |
2^7 | 128 | 255.255.255.128 | /25 |
2^8 | 256 | 255.255.255.0 | /24 |
2^9 | 512 | 255.255.254.0 | /23 |
2^10 | 1024 | 255.255.252.0 | /22 |
2^11 | 2048 | 255.255.248.0 | /21 |
2^12 | 4096 | 255.255.240.0 | /20 |
2^13 | 8192 | 255.255.224.0 | /19 |
2^14 | 16386 | 255.255.192.0 | /18 |
2^15 | 32768 | 255.255.128.0 | /17 |
2^16 | 65536 | 255.255..0 | /16 |
2^17 | 131072 | 255.254.0.0 | /15 |
2^18 | 262144 | 255.2520.0 | /14 |
2^19 | 524288 | 255.248.0.0 | /13 |
2^20 | 1048576 | 255.240.0.0 | /12 |
2^21 | 2097152 | 255.224.0.0 | /11 |
2^22 | 4194304 | 255.192.0.0 | /10 |
2^23 | 8388608 | 255.128.0.0 | /9 |
2^24 | 16777216 | 255.0.0.0 | /8 |
4. Table Routing
Table routing adalah table yang memuat seluruh informasi IP address dari interfaces router yang lain sehingga router yang satu dengan router lainnya bisa berkomunikasi.
Routing table hanya memberikan informasi sedang routing algoritma yang menganalisa dan mengatur routing table. Intinya, router hanya tahu cara menghubungkan nertwork atau subnet yang terubung langsung dengan router tersebut.
Ada 2 item yang harus dimasukan oleh table routing untuk mengirim paket data, diantaranya:
1. Destination Address
Destination Address merupakan sebuah alamat pada jaringan yang dapat dijangkau oleh router.
2. Pointer to the Destination
Pointer to the Destination merupakan penunjuk yang akan memberitahukan bahwa jaringan atau network yang dituju dapat terhubung dengan router.
Router akan menyesuaikan informasi yang terdapat pada table routing sebelum mengirimkan ke alamat tujuan sehingga tidak ada yang namanya salah sasaran dalam mengirimkan paket data.
Berikut adalah urutan pada table routing untuk menyesuaikan alamat tujuan:
Host Address
Subnet
Group of Subnet
Major network number
Group of major network numbers
Default address
Jika data yang dikirimkan oleh pengirim ke alamat atau jaringan yang dituju tidak sesuai dengan entri diatas maka paket data yang telah dikirimkan oleh pengirim akan dibuang dan pengirim data akan diberikan pesan oleh router bahwa data yang dikirim telah di drop karena ketidaksesuain dan terjadi kesalahan pengalamatan pada address source pengirim.
3. CIDR
- kelas A : bit pertama 0,byte pertama 0-127
- kelas B : bit pertama 10,byte pertama 128 - 191
- kelas C : bit pertama 110,byte pertama 192-223
- kelas D : 4 bit pertama 1110
- kelas E : 4 bit pertama 1111
- tentukan range network awal :
- jumlah IP awal = 2^10 =1024 IP
- jadi jaraknya 172.16.16.0 s/d 172.16.19.155
- tentukan panjang setiap sub-network :
- panjang subnet= jumlah host/IP awal = jumlah subnet
- panjang subnet=1024:4 =256
- jadi panjang setiap subnet nya adalah 256 host setara dengan masking /24
- berikan alokasi IP address untuk setiap subnet-nya :
- 172.16.16.0/24 - 172.16.16.255/24
- 172.16.17.0/24 - 172.16.17.255/24
- 172.16.18.0/24 - 172.16.18.255/24
- 172.16.19.0/24 - 172.16.19.255/24
2. Link State
Protokol routing link-state menggunakan pendekatan lain. Protokol routing link-state lebih mirip sebuah peta jalan karena mereka membuat sebuah peta topologi dari sebuah jaringan dan setiap router menggunakan peta ini untuk menentukan jalur terpendek ke setiap jaringan. Sama halnya saat kita mengacu pada sebuah peta untuk menemukan rute ke kota lain, router-router link-state menggunakan sebuah peta untuk menentukan jalur yang paling diinginkan untuk mencapat tujuan lain.
Router yang menjalankan sebuah protokol routing link-state mengirim informasi tentang status link-nya ke router lain dalam wilayah routing. Status dari link ini mengacu pada jaringan yang terhubung langsung pada-nya dan termasuk informasi tentang jenis jaringan dan router-router tetangga pada jaringan tersebut, karena itu dinamakan protokol routing link-state.
Protokol routing link-state dikenal juga sebagai protokol shortest path first dan dibangun atas algorithma shortest path first Edsger Dijkstra’s.
Protokol routing link-stater IP adalah :
Open Shortest Path First (OSPF)
Intermediate System-to Intermediat System (IS-IS)
1.Packet Forwarding
Dalam melakukan pekerjaan menghubungkan beberapa network tersebut, router akan memindahkan paket data dari satu interface ke interface lain. Proses pemindahan paket data tadi disebut packet forwarding. Anda dapat melihat gambar berikut, R1 menghubungkan network 192.168.10.0/24 dengan network 192.168.20.0/24 masing-masing menggunakan interface ether1 dan ether2 (kebetulan routernya adalah MikroTik Router).
Selasa, 17 Oktober 2017
Pengertian, Jenis & Kelebihan VLAN (Virtual LAN)
Pengertian VLAN
VLAN (virtual LAN) adalah suatu model jaringan yang membagi jaringan secara logikal ke dalam beberapa vlan yang berbeda. VLAN tidak terbatas pada kondisi fisik jaringan seperti pada LAN, vlan dapat di konfigurasi secara virtual tanpa harus melihat kondisi peralatan. Oleh sebab itu, VLAN memiliki fleksibilitas di dalam pengaturan jaringan dan memudahkan administrator jaringan dalam membagi jaringannya sesuai dengan fungsi dan kebutuhan keamanan jaringan tersebut. Baca juga artikel tutorial komputer lainnya Pengertian Routing & Jenis - Jenis Routing
Cara kerja VLAN
VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan, baik menggunakan port, MAC address dan lain - lain. Semua informasi yang mengandung penandaan/pengalamatan suatu vlan (tagging) di simpan dalam suatu database (tabel), jika penandaannya berdasarkan port yang digunakan maka database harus mengindikasikan port-port yang digunakan oleh VLAN.
Untuk mengaturnya maka biasanya digunakan switch/bridge yang manageable atau yang bisa di atur. Switch/bridge ini yang akan berfungsi menyimpan semua informasi dan konfigurasi suatu VLAN dan dipastikan semua switch/bridge memiliki informasi yang sama. Switch akan menentukan kemana data-data akan diteruskan dan sebagainya. atau dapat pula digunakan suatu software pengalamatan (bridging software) yang berfungsi mencatat/menandai suatu VLAN beserta workstation yang didalamnya.untuk menghubungkan antar VLAN dibutuhkan router.
Jenis - jenis VLAN & Keuntungan VLAN
Default VLAN adalah vlan yang sudah ada sejak pertama kali switch dihidupkan, sebelum di konfigurasi semua port yang ada pada switch akan tergabung ke dalam default VLAN dan dapat terhubung pada masing - masing port. pada cisco, default vlan adalah VLAN 1.
Data VLAN adalah vlan yang hanya mengatur trafik data pada VLAN
Native VLAN adalah vlan yang dikembalikan ke suatu port apabila tidak dalam bentuk trunking dan untagged
Voice VLAN adalah vlan yang mendukung VoIP dan di khususkan untuk komunikasi data suara pada VLAN
Management VLAN adalah VLAN yang di konfigurasi untuk management switch
Beberapa keuntungan menggunakan VLAN
Meningkatkan keamanan jaringan.
Mengurangi trafik broadcast, jika sebelumnya mempunyai jaringan LAN yang cukup besar dan dibagi dengan VLAN, maka trafik broadcast hanya akan dikirim sesuai dengan VLAN masing - masing
Memudahkan dalam pengelolaan jaringan
Sekian artikel tentang pengertian vlan, jenis - jenis vlan, dan kelebihan vlan itu sendiri, semoga bermanfaat untuk teman - teman semuanya. Baca juga artikel tutorial komputer lainnya Pengertian Routing & Jenis - Jenis Routing
Sao Season 3
Anime Sword Art Online Season 3 ini diumumkan di acara penayangan SAO Movie
sao完成披露試写会
終わりました。
最高です。見る方は是非、エンドロール後もご覧になって下さい。
原作読んでから見た方がいいかも。
最後の最後で、次回へ期待させる演出がありました。
アリシゼーション編くるかも
やはりARよりVRですね。
オーディナルスケール大ヒットしますように


