Distance Vektor adalah sebuah alogaritma dalam menentukan IP pada proses routing. Algoritma ini cara kerjanya dengan membentuk tabel routing di jaringan adalah dengan cara setiap router memberikan informasi mengenai keadaan jaringan yang diketahui router tersebut kepada router-router tetangganya setiap selang waktu tertentu. Informasi keadaan jaringan tersebut adalah dalam bentuk distance-vector (vektor jarak), yaitu jumlah hop yang diperlukan untuk mencapai suatu jaringan. Router tetangga tersebut menyimpan dan mengolah informasi keadaan jaringan yang diterimanya dan juga me-nyampaikan informasi yang dimilikinya ke router- router tetangga yang lain. Hal ini terus berlangsung sampai seluruh router di jaringan mengetahui keadaan jaringan.
Contoh penggunaan algoritma distance-vector, Pada proses pengiriman datagram selalu menggunakan tabel routing. Datagram dapat dikirim langsung ke host tujuan atau harus melalui host lain terlebih dahulu tergantung pada tabel routing. Tabel routing terdiri dari entri-entri rute dan setiap entri rute paling tidak terdiri atas IP address, tanda untuk menunjukkan routing langsung atau tidak langsung, alamat router dan nomor interface. Semua router di jaringan baru dinyalakan. Pada saat ini semua router tidak memiliki informasi distance-vector kecuali pada dirinya sendiri. Informasi vektor jarak tersebut disimpan dalam bentuk tabel routing.
Selasa, 07 November 2017
5.VLSM
VLSM(Variabel Length Subnet Mask) adalah suatu teknik untuk mengurangi jumlah terbuang [ruang;spasi] alamat. kita dapat memberi suatu subnet ke seseorang, dan dia dapat lebih lanjut membagi lebih lanjut membagi subnet ke dalam beberapa subnets. Oleh karena lebar dari subnet akan diperkecil, maka disebut dengan Variable Subnet Length Mask(VLSM).
Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnet mask, jika menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnet mask saja, perbedaan yang mendasar disini juga adalah terletak pada pembagian blok, pembagian blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Address yang telah diberikan kepadanya atau dengan kata lain sebagai IP address local dan IP Address ini tidak dikenal dalam jaringan internet, namun tetap dapat melakukan koneksi kedalam jaringan internet, hal ini terjadi dikarenakan jaringan internet hanya mengenal IP Address berkelas.
Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnet mask, jika menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnet mask saja, perbedaan yang mendasar disini juga adalah terletak pada pembagian blok, pembagian blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Address yang telah diberikan kepadanya atau dengan kata lain sebagai IP address local dan IP Address ini tidak dikenal dalam jaringan internet, namun tetap dapat melakukan koneksi kedalam jaringan internet, hal ini terjadi dikarenakan jaringan internet hanya mengenal IP Address berkelas.
Host ke 2^n
| Jumlah Host | Subnet mask | Pre. mask /32-n |
2^0 | 1 | 255.255.255.255 | /32 |
2^1 | 2 | 255.255.355.254 | /31 |
2^2 | 4 | 255.255.255.252 | /30 |
2^3 | 8 | 255.255.255.248 | /29 |
2^4 | 16 | 255.255.255.240 | /28 |
2^5 | 32 | 255.255.255.224 | /27 |
2^6 | 64 | 255.255.255.192 | /26 |
2^7 | 128 | 255.255.255.128 | /25 |
2^8 | 256 | 255.255.255.0 | /24 |
2^9 | 512 | 255.255.254.0 | /23 |
2^10 | 1024 | 255.255.252.0 | /22 |
2^11 | 2048 | 255.255.248.0 | /21 |
2^12 | 4096 | 255.255.240.0 | /20 |
2^13 | 8192 | 255.255.224.0 | /19 |
2^14 | 16386 | 255.255.192.0 | /18 |
2^15 | 32768 | 255.255.128.0 | /17 |
2^16 | 65536 | 255.255..0 | /16 |
2^17 | 131072 | 255.254.0.0 | /15 |
2^18 | 262144 | 255.2520.0 | /14 |
2^19 | 524288 | 255.248.0.0 | /13 |
2^20 | 1048576 | 255.240.0.0 | /12 |
2^21 | 2097152 | 255.224.0.0 | /11 |
2^22 | 4194304 | 255.192.0.0 | /10 |
2^23 | 8388608 | 255.128.0.0 | /9 |
2^24 | 16777216 | 255.0.0.0 | /8 |
4. Table Routing
4.Table Routing
Table routing adalah table yang memuat seluruh informasi IP address dari interfaces router yang lain sehingga router yang satu dengan router lainnya bisa berkomunikasi.
Routing table hanya memberikan informasi sedang routing algoritma yang menganalisa dan mengatur routing table. Intinya, router hanya tahu cara menghubungkan nertwork atau subnet yang terubung langsung dengan router tersebut.
Ada 2 item yang harus dimasukan oleh table routing untuk mengirim paket data, diantaranya:
1. Destination Address
Destination Address merupakan sebuah alamat pada jaringan yang dapat dijangkau oleh router.
2. Pointer to the Destination
Pointer to the Destination merupakan penunjuk yang akan memberitahukan bahwa jaringan atau network yang dituju dapat terhubung dengan router.
Router akan menyesuaikan informasi yang terdapat pada table routing sebelum mengirimkan ke alamat tujuan sehingga tidak ada yang namanya salah sasaran dalam mengirimkan paket data.
Berikut adalah urutan pada table routing untuk menyesuaikan alamat tujuan:
Host Address
Subnet
Group of Subnet
Major network number
Group of major network numbers
Default address
Jika data yang dikirimkan oleh pengirim ke alamat atau jaringan yang dituju tidak sesuai dengan entri diatas maka paket data yang telah dikirimkan oleh pengirim akan dibuang dan pengirim data akan diberikan pesan oleh router bahwa data yang dikirim telah di drop karena ketidaksesuain dan terjadi kesalahan pengalamatan pada address source pengirim.
Table routing adalah table yang memuat seluruh informasi IP address dari interfaces router yang lain sehingga router yang satu dengan router lainnya bisa berkomunikasi.
Routing table hanya memberikan informasi sedang routing algoritma yang menganalisa dan mengatur routing table. Intinya, router hanya tahu cara menghubungkan nertwork atau subnet yang terubung langsung dengan router tersebut.
Ada 2 item yang harus dimasukan oleh table routing untuk mengirim paket data, diantaranya:
1. Destination Address
Destination Address merupakan sebuah alamat pada jaringan yang dapat dijangkau oleh router.
2. Pointer to the Destination
Pointer to the Destination merupakan penunjuk yang akan memberitahukan bahwa jaringan atau network yang dituju dapat terhubung dengan router.
Router akan menyesuaikan informasi yang terdapat pada table routing sebelum mengirimkan ke alamat tujuan sehingga tidak ada yang namanya salah sasaran dalam mengirimkan paket data.
Berikut adalah urutan pada table routing untuk menyesuaikan alamat tujuan:
Host Address
Subnet
Group of Subnet
Major network number
Group of major network numbers
Default address
Jika data yang dikirimkan oleh pengirim ke alamat atau jaringan yang dituju tidak sesuai dengan entri diatas maka paket data yang telah dikirimkan oleh pengirim akan dibuang dan pengirim data akan diberikan pesan oleh router bahwa data yang dikirim telah di drop karena ketidaksesuain dan terjadi kesalahan pengalamatan pada address source pengirim.
3. CIDR
1.CIDR
CIDR atau Classless Inter-Domain Routing adalah sebuah metode yang mengalokasikan alamat IP(indeks prestasi Internet Protocol) dan mengelompokan routing Internet Protocol (IP) .CIDR juga merupakan cara alternatif untuk mengklafikasikan alamat alamat IP berbeda kedalam kelas kelas cara ini biasa di sebut supernetting.
pembagian kelas seperti berikut :
- kelas A : bit pertama 0,byte pertama 0-127
- kelas B : bit pertama 10,byte pertama 128 - 191
- kelas C : bit pertama 110,byte pertama 192-223
- kelas D : 4 bit pertama 1110
- kelas E : 4 bit pertama 1111
Namun dalam keadaan sebenarnya,para pengguna alamat IP kelas A jarang memenuhi kuota yang di sediakan,sehingga banyak sekali ruang atau space kosong.CIDR dikembangkan untuk mengatasi hal seperti ini ,dengan cara membagikan kuota yang tidak terpakai di kelas A untuk di bagikan ke kelas kelas lain yang membutuhkan lebih banyak ruang.dengan begitu kelas C yang secara teoritis hanya mendukung 254 alamat tiap jaringan,dapat menggunakan hingga 32766 alamat IP (berkat sumbangan dari kelas A yang baik hati),yang seharusnya hanya tersedia untuk alamat IP kelas B.
Sebagai contoh perhitungan secara CIDR :
diketahui : network awal adalah 172.16.16.0/22
ditanyakan : buat menjadi 3 sub-network !
jawab :
- tentukan range network awal :
- jumlah IP awal = 2^10 =1024 IP
- jadi jaraknya 172.16.16.0 s/d 172.16.19.155
- tentukan panjang setiap sub-network :
- panjang subnet= jumlah host/IP awal = jumlah subnet
- panjang subnet=1024:4 =256
- jadi panjang setiap subnet nya adalah 256 host setara dengan masking /24
- berikan alokasi IP address untuk setiap subnet-nya :
- 172.16.16.0/24 - 172.16.16.255/24
- 172.16.17.0/24 - 172.16.17.255/24
- 172.16.18.0/24 - 172.16.18.255/24
- 172.16.19.0/24 - 172.16.19.255/24
2. Link State
LINK STATE
Protokol routing link-state menggunakan pendekatan lain. Protokol routing link-state lebih mirip sebuah peta jalan karena mereka membuat sebuah peta topologi dari sebuah jaringan dan setiap router menggunakan peta ini untuk menentukan jalur terpendek ke setiap jaringan. Sama halnya saat kita mengacu pada sebuah peta untuk menemukan rute ke kota lain, router-router link-state menggunakan sebuah peta untuk menentukan jalur yang paling diinginkan untuk mencapat tujuan lain.
Router yang menjalankan sebuah protokol routing link-state mengirim informasi tentang status link-nya ke router lain dalam wilayah routing. Status dari link ini mengacu pada jaringan yang terhubung langsung pada-nya dan termasuk informasi tentang jenis jaringan dan router-router tetangga pada jaringan tersebut, karena itu dinamakan protokol routing link-state.
Protokol routing link-state dikenal juga sebagai protokol shortest path first dan dibangun atas algorithma shortest path first Edsger Dijkstra’s.
Protokol routing link-stater IP adalah :
Open Shortest Path First (OSPF)
Intermediate System-to Intermediat System (IS-IS)
Protokol routing link-state menggunakan pendekatan lain. Protokol routing link-state lebih mirip sebuah peta jalan karena mereka membuat sebuah peta topologi dari sebuah jaringan dan setiap router menggunakan peta ini untuk menentukan jalur terpendek ke setiap jaringan. Sama halnya saat kita mengacu pada sebuah peta untuk menemukan rute ke kota lain, router-router link-state menggunakan sebuah peta untuk menentukan jalur yang paling diinginkan untuk mencapat tujuan lain.
Router yang menjalankan sebuah protokol routing link-state mengirim informasi tentang status link-nya ke router lain dalam wilayah routing. Status dari link ini mengacu pada jaringan yang terhubung langsung pada-nya dan termasuk informasi tentang jenis jaringan dan router-router tetangga pada jaringan tersebut, karena itu dinamakan protokol routing link-state.
Protokol routing link-state dikenal juga sebagai protokol shortest path first dan dibangun atas algorithma shortest path first Edsger Dijkstra’s.
Protokol routing link-stater IP adalah :
Open Shortest Path First (OSPF)
Intermediate System-to Intermediat System (IS-IS)
1.Packet Forwarding
Router adalah perangkat jaringan yang berfungsi menghubungkan beberapa jaringan, juga bertugas menentukan best path (jalur atau link terbaik) untuk menuju ke sebuah jaringan. Pekerjaan menghubungkan network tersebut dan menentukan best path sering disebut dengan routing, dan router adalah perangkat jaringan yang akan melakukan routing tersebut. Di OSI Model, pekerjaan routing merupakan proses yang terjadi di Layer 3 (L3) atau Layer Network. Oleh sebab itu sebuah router yang hanya menjalankan proses routing dapat dikatakan sebagai perangkat L3.
Dalam melakukan pekerjaan menghubungkan beberapa network tersebut, router akan memindahkan paket data dari satu interface ke interface lain. Proses pemindahan paket data tadi disebut packet forwarding. Anda dapat melihat gambar berikut, R1 menghubungkan network 192.168.10.0/24 dengan network 192.168.20.0/24 masing-masing menggunakan interface ether1 dan ether2 (kebetulan routernya adalah MikroTik Router).
Dalam melakukan pekerjaan menghubungkan beberapa network tersebut, router akan memindahkan paket data dari satu interface ke interface lain. Proses pemindahan paket data tadi disebut packet forwarding. Anda dapat melihat gambar berikut, R1 menghubungkan network 192.168.10.0/24 dengan network 192.168.20.0/24 masing-masing menggunakan interface ether1 dan ether2 (kebetulan routernya adalah MikroTik Router).
Langganan:
Komentar (Atom)
